Perjalanan Menuju Floating Market Lembang

Selamat malam nih. Semoga hari-hari kita menyenangkan. Dalam kesempatan kali ini, saya ingin menceritakan perjalanan saya ketika mengunjungi Floating Market Lembang, Kamis, 16 April 2015, siang tadi. Biasalah, untuk rileks sejenak.

Kali ini, saya sedang berada di Jalan Soekarno-Hatta Kota Bandung. Dari sini, saya nekad meluncur ke floating Market Lembang. Dari Jalan Soekarno-Hatta, saya singkat saja ya, saya sudah berada di Jalan Dr. Setiabudhi. Saya pun menelusuri Jalan Dr. Setiabudhi dan Jalan Raya Lembang.

Sampailah di persimpangan jalan apakah kita mau ke Subang, ke Maribaya, ataukah balik lagi ke Bandung. Nah, saya pilih balik lagi ke Bandung karena Floating Market Lembang ada di situ. Maklum, jalannya satu arah.

Sesampainya di pintu gerbang Floating Market Lembang pada pukul dua siang lebih beberapa menit, saya membeli tiket masuk sebesar Rp 15.000,- per orang ditambah biaya parkir motor Rp 5.000,-. Tiket masuknya pun di dalam bisa ditukar dengan segelas minuman.

Setelah memarkirkan motor, saya pun mulai memasuki area wisata Floating Market Lembang. Di danau. Namanya sih Situ Umar. Nah, di pinggir danau itulah berjejer para pedagang makanan/minuman.

Di dalam, saya berjalan-jalan dulu. Sebentar karena ingin jajan he he he. Saya pun membeli kupat tahu sebagai pilihan saya. Harganya Rp 20.000,- Uangnya tentu saja harus ditukar dulu dengan koin sebesar itu di kios penukaran uang.

Sudah? Belum. Tidak lupa bajigur Rp 10.000,- dan makanan pendampingnya (singkong, ubi, pisang rebus) Rp 20.000,-.

Ketika makan/minum bajigur itulah turun hujan. Lebat. Hujan angin. Bahkan para pengunjung berhamburan. Maklum, air hujannya menerpa pengunjung. Oh ya, ada petir lagi. Namun hal itu tidak terlalu mengganggu pengunjung.

Setelah makan/minum itulah saya tidak sempat jalan-jalan lagi. Ah pulang saja. Hujan sih. Oh ya, sebelumnya saya menukarkan tiket masuk itu dengan segelas minuman. Rasa lemon. Segar. Sebelum pulang, saya beli tutut Rp 15.000,- sebagai oleh-olehnya. Dibawa pulang. Soalnya kalau dimakan di situ, kagok.

Waduh, lahan parkirnya banjir. Lebih kurang 10 cm. No problem. Saya pun pulang meluncur menuju Bandung. Ya, saya cuma sejam di Floating Market Lembang. Padahal para pengunjung lumayan banyak. Bus saja ada empat. Belum mobil-mobil dan motor-motor seperti saya. OK, selamat tinggal Floating Market Lembang.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: