“Obrolan Pembaca Media Indonesia” Januari 2015: “The Rise of Majapahit” (2)

Tahun 2015 sudah memasuki bulan yang baru. Februari, namanya. Pada Minggu, 1 Februari 2015, ini saya ingin menceritakan kegiatan saya pada hari terakhir di bulan Januari 2015 kemarin. Ya, Sabtu, 31 Januari 2015, itu saya mengikuti acara bedah buku “The Rise of Majapahit” karya Setyo Wardoyo dalam “Obrolan Pembaca Media Indonesia” edisi Januari 2015 di Toko Buku Gramedia Matraman Jalan Matraman Raya No. 46-50 Jakarta Timur.

Berikut ini merupakan cerita perjalanan saya ketika mengikuti acara tersebut. Detail. Karena, itulah yang saya suka. Kalau menulis artikel untuk surat kabar, tentu saya tidak menulis sedetail ini he he he.

Berangkat dari rumah, Bandung, pada pukul tujuh lebih lima puluh menit. Singkat cerita (disingkat saja ya), saya sudah berada di Terminal Leuwipanjang. Kebetulan saat itu, dari beberapa jajaran bus, ada satu jajaran bus yang terdiri dari dua trayek yaitu bus Primajasa Bandung-Jakarta (Cililitan) di baris pertama dan bus Primajasa Bandung-Lebakbulus di belakangnya atau di baris kedua. Saya biasa memilih bus Primajasa sebagaimana perjalanan saya menuju PNRI (Perpustakaan Nasional Republik Indonesia) di Jalan Salemba Raya No. 28 Jakarta untuk keperluan penelusuran arsip surat kabar lama.

Karena sudah hapal dengan tempat dan rute perjalanannya, saya memilih bus Primajasa Bandung-Lebakbulus. Karenanya, saya menurut kernet saja yang membawa saya memasuki bus trayek tersebut.

Namun, setelah mempertimbangkan, beberapa menit kemudian saya keluar lagi. Saya memilih bus Primajasa Bandung-Jakarta (Cililitan) saja yang ada di depannya. Bus Primajasa menuju Pool Cililitan di Jalan Mayjend. Sutoyo No. 32 Jakarta Timur itu memang bertuliskan Bandung-Jakarta dengan ongkos Bandung-Lebakbulus. Tujuan menaiki bus Primajasa Bandung-Jakarta ini agar saya lebih mudah turunnya yaitu di Jalan Dewi Sartika Jakarta Timur untuk menaiki angkot 06 (Kampung Melayu-Gandaria). (Sebetulnya kalau naik bus Primajasa Bandung-Lebakbulus, saya bisa turun di Pasar Rebo untuk naik angkot 06 (Kampung Melayu-Gandaria) yang nantinya juga akan melewati Jalan Dewi Sartika).

Berangkat dari Terminal Leuwipanjang pada pukul 08.33 WIB, bus Primajasa Bandung-Jakarta (Cililitan) masuk melalui pintu gerbang tol Pasirkoja dan keluar melalui pintu gerbang tol Halim. Tentu saja, sebelum dan sesudah jalan tol itu merupakan jalanan kota. Saya pun turun di Jalan Dewi Sartika pada pukul sebelas lebih dua puluh menit.

Di Jalan Dewi Sartika, saya naik angkot 06 (Kampung Melayu-Gandaria) menuju Terminal Kampung Melayu dan dilanjutkan dengan menaiki angkot 01 A (Kampung Melayu-Senen). Karena jadwal acaranya masih lama maka saya pun berkunjung lebih dahulu ke PNRI yang saat itu waktu masih menunjukkan pukul dua belas kurang sepuluh menit. Beristirahat sejenak.

Di PNRI, saya tidak berniat menelusuri arsip surat kabar seperti biasanya, tetapi kali ini hanya iseng-iseng membolak balik majalah-majalah yang ada di atas meja. Tanpa diduga, saya menemukan artikel berjudul “Antara timbangan buku dalam djurnalistik kita” yang dimuat madjalah mingguan bergambar “Lukisan DUNIA” edisi No. 29, 21 Djuli 1955 Tahun III halaman 7 yang bersambung ke halaman 25. “Wah, tepat sekali,” pikir saya memperhatikan artikel tentang dunia resensi buku tersebut. Kemudian, saya pun meminta karyawan di sana untuk memfoto kopinya. Tentu dibayar he he he. Kan ada tarifnya yang ditempel di dinding. Jika biasanya saya menghabiskan Rp 100 ribu s.d. Rp 200 ribu setiap kali berkunjung, kini hanya biaya untuk empat lembar saja. Namanya juga pencarian arsip sambil iseng.

Tidak terasa. Waktu pun berlalu. Kurang dari dua jam saya berada di PNRI. Kali ini mulai cerita acara bedah buku. Karena setiap peserta yang akan mengikuti acara diharapkan kedatangannya 30 menit sebelum acara berlangsung yang dijadwalkan mulai pukul tiga hingga lima sore, saya berencana keluar dari PNRI pada pukul 13.45 WIB. Ya, tujuannya agar saya bisa mengukur waktu.

Jarak dari PNRI ke Toko Buku Gramedia Matraman relatif dekat. Kira-kira 100-200 meter. Dari kendaraan umum yang ada, saya memilih berjalan kaki saja. Soalnya, waktunya masih lama. Paling tidak, saya harus sudah berada di Toko Buku Gramedia Matraman sebelum pukul 14.30 WIB.

Memasuki Toko Buku Gramedia Matraman, saya berkeliling dahulu. Melihat-lihat keadaan, termasuk keberadaan buku-buku. Mendekati ruang acara, berdasarkan pengamatan saya, belum ada seorang peserta pun yang datang atau duduk. Mungkin peserta lain, selain saya, masih berjalan-jalan ke sekeliling. Tampak ada panitia yang mengobrol sambil mempersiapkan acara.

Saya pun datang. Ah duduk saja di kursi sambil menunggu acara. Tiba-tiba, tak terduga, ada orang yang menyapa saya. Oh, dia ternyata Mas Setyo Wardoyo, penulis buku “The Rise of Majapahit”. Akhirnya, saya dan Mas Setyo pun berbincang tentang hal-hal yang sebetulnya mungkin terjadi dalam acara bedah buku nanti. Namun, biarlah, toh ini obrolan ngalor ngidul.

Karena saya duduk membelakangi panitia, sedangkan Mas Setyo tampak memperhatikan panitia dan mungkin enggak enak untuk “meninggalkan” saya, saya pun mulai memperhatikan tempat panitia. Oh, sudah ada yang mendaftar ulang. Maksudnya, membubuhi tanda tangan pada daftar nama yang tersusun. Saya pun “meninggalkan” Mas Setyo dan benar, Mas Setyo mulai bersiap-siap dengan panitia. Ya, dia kan yang menjadi “tokoh”-nya.

Peserta mulai berdatangan dan acara pun dimulai. Beruntung bagi saya yang menjadi peserta inti yaitu saya menerima cendera mata. Maksudnya, saya mendapatkan goodybag yang berisi buku dan alat tulis.

Dalam acara ini, saya merasa salut dengan kehadiran para sepuh. Ya, bagi saya, kehadiran orang tua tersebut juga dijadikan sebagai ilmu, yaitu ilmu semangat atau ilmu antusias. Meskipun demikian, tampak juga anak-anak muda.

Tampak di depan, Mas Setyo Wardoyo (penulis) diapit oleh Mas Agus Wahyu Kristianto (Redaktur Media Indonesia) dan Pak Restu Gunawan (Sejarawan). Dalam bedah buku itu, saya pun menyampaikan pernyataan dan sekaligus pertanyaannya. Tampak pula peserta dari ANRI, TVRI, Lemhanas, dosen, mahasiswa, dan sebagainya. Pokoknya ilmu-ilmu mereka saya serap. Tambah wawasan.

Selesai acara, sebelum pulang, peserta berfoto-foto dahulu he he he. Setelah itu, saya dan salah seorang rekan melakukan kegiatan lain. Akhirnya, saya pulang naik busway. Soalnya, di depan Toko Buku Gramedia Matraman berdiri halteu busway. Naik busway menuju halteu BKN. Turun di sini, saya sudah berada di Pool Cililitan (sebelah BKN). Pulanglah saya ke Bandung naik bus Primajasa Bandung-Jakarta (Cililitan). Alhamdulillah, perjalanan lancar dengan diiringi hujan lebat dari Jakarta menuju Bandung.

1 Comment »

  1. 1

    Release yang bagus sekali dari sahabatku Mas Novan Herfiyana. Terima kasih..


RSS Feed for this entry

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: