Soal Ujian Teori SIM C

Saya masih ingin bercerita tentang SIM (Surat Izin Mengemudi) C nih. Pada tanggal 7 Juni 2014, hampir sebulan yang lalu, Alhamdulillah, saya sudah memiliki SIM C. Jadi, secara yuridis, saya adalah pengemudi. Sebaliknya, kalau kita memiliki keterampilan bermotor sejago Valentino Rossi, tetapi tidak atau belum memiliki SIM C, ya bukan pengemudilah he he he. Menurut UU No. 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Pengemudi adalah orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan yang telah memiliki SIM. OK-lah, itu intermezzo saja.

Nah, dalam kesempatan kali ini, saya ingin berbagi cerita tentang materi soal ujian teori SIM C. Mungkin hanya beberapa soal yang masih saya ingat detailnya. Lupa-lupa ingat euy? Atau ingat-ingat lupa ya?

Saat itu, saya mencoba mencari beberapa peraturan perundang-undangan lalu lintas. Salah satunya, ketemulah Perkapolri No. 9 tahun 2012 tentang Surat Izin Mengemudi. Bukan apa-apa. Soalnya Perkapolri ini sering dikaitkan dengan UU No. 22 tahun 2009.

Ujian teori merupakan salah satu dari tiga ujian dalam upaya mendapatkan SIM. Dua ujian lainnya, yaitu ujian simulator dan ujian praktik motor. Lalu, materi apa yang diujikan dalam ujian teori SIM? Ini dia jawabannya. Berdasarkan Pasal 57 ayat (2) Perkapolri No. 9 tahun 2012, materi ujian teori meliputi: (a) pengetahuan peraturan perundang-undangan di bidang lalu lintas dan angkutan jalan yang terdiri atas: (1) hak utama pengguna jalan, (2) pengetahuan tentang rambu lalu lintas, marka jalan, alat pemberi isyarat lalu lintas, dan gerakan lalu lintas, (3) kedudukan hukum lalu lintas, dan (4) peringatan sinar dan bunyi; (b) keterampilan pengemudi: (1) cara mengemudi kendaraan bermotor, (2) cara mendahului kendaraan bermotor lain, (3) cara berbelok, (4) cara melewati persimpangan, (5) cara penggunaan lampu kendaraan bermotor, (6) cara penggandengan dan penempelan kendaraan lain, (7) cara parkir, (8) cara berhenti, (9) kecepatan minimal dan maksimal, dan (10) cara penggunaan jalur dan lajur jalan; (c) etika berlalu lintas: (1) hak dan kewajiban pengemudi dan pengguna jalan lain, dan (2) tanggung jawab pengemudi; dan (d) pengetahuan teknik kendaraan bermotor; serta (e) pertolongan pertama pada kecelakaan lalu lintas.

Untuk memahami jawaban atas materi ujian teori tersebut, saya menyarankan anda untuk mempelajari UU No. 22 tahun 2009 dan PP No. 43 tahun 1993. Sebetulnya sih masih banyak. Namun, saya kira, itu sudah cukup. Itu pun tidak semua. Jadi, dalam konteks materi soal ujian teori SIM C, kita cukup mempelajari Bab IX tentang Lalu Lintas dalam UU No. 22 tahun 2009 (khususnya Pasal 103 s.d. Pasal 135), selain penjelasan rambu lalu lintas dan marka jalan yang terdapat dalam PP No. 43 tahun 1993. Ibarat kata begini: untuk menjadi “pintar” dalam kehidupan, kita harus sekolah, tetapi untuk lulus ujian, kita cukup mengikuti bimbingan belajar. Minimal membeli buku soal yang berisi soal-soal ujian terdahulu. [Maaf, kalau pengibaratan ini keliru.]

Soal Ujian Teori SIM C

Berikut ini merupakan beberapa soal ujian teori SIM C yang saya ingat (bukan mencerminkan nomor urut). Kalau tidak salah, ada pertanyaan 1 sampai 25. Sementara 5 soal lainnya hanya mengulangi dari 25 soal tadi. Cukup menjawab benar atau salah. [Saya tidak tahu apakah pertanyaannya diacak atau tidak dari bank soal. Mudah-mudahan sama. Atau tidak jauh dari seputar itulah.]

Pertama, Gambar motor yang sedang diparkir. Benar atau salah? Kita bisa melihat bahwa parkirnya berada di atas trotoar. Tentu saja jawabannya salah, bukan? OK, satu jawaban tepat untuk kita.

Kedua, Bagaimana gambar motor ini? Tergantung kita, telmi (telat mikir) atau tidak he he. Ternyata, motornya tidak dilengkapi lampu spion. Dua-duanya lagi. OK, anda sudah tahu jawabannya.

Ketiga, Gambar pengendara motor yang melaju cepat, kemudian melihat rambu lalu lintas. Saya lupa, apakah pengendara itu tetap melaju cepat ataukah justru memperlambat atau mengurangi kecepatannya. Nah, silakan anda jawab dari pertanyaan tersebut.

Keempat, Gambar pengendara motor yang membawa barang melebihi ketinggian atau melebihi lebar pengendaranya.

Kelima, Gambar pengendara motor yang melewati marka jalan bergaris utuh. Coba pelajari marka jalan bergaris utuh, marka jalan bergaris putus-putus, dan sebagainya.

Keenam, Gambar pengendara yang hendak mendekati dan/atau menghentikan kendaraannya sebelum zebra cross. Lalu, menyeberanglah beberapa orang penyeberang jalan.

Ketujuh, Gambar pengendara yang melintasi persimpangan rel kereta api.

Kedelapan, Gambar pengendara yang mengikuti kendaraan di depannya ketika melintasi persimpangan jalan yang memakai lampu lalu lintas. Benar atau salah?

Kesembilan, Gambar pengendara ketika berada di persimpangan empat, persimpangan tiga (huruf T), persimpangan tiga (huruf Y), bundaran, dan sebagainya.

Kesepuluh, DAN LAIN-LAIN yang sejenis. [Itu semua terdapat dalam UU No. 22 tahun 2009 dan PP No. 43 tahun 1993.]

Dari ke-30 soal ujian teori itu, setiap peserta uji harus memiliki minimal 21 jawaban yang tepat. Saya kira, itu diatur dalam Perkapolri No. 9 tahun 2012 yang mensyaratkan 70 persen jawaban yang tepat. Coba saja hitung. Ada 30 soal. Kalau 70 persennya berarti minimal 21 jawaban tepat.

Bagaimana Tanggapan Anda terhadap Ujian Teori SIM C?

Saya sudah berbagi soal ujian teori SIM C kepada anda. Namun, anda masih merasa “takut” dalam menghadapinya? Rileks saja. Itu wajar adanya. Kita, termasuk saya, pun mengalaminya. Kalau sudah mengikuti ujian, “ketakutan” itu sepertinya hilang. Ya, seperti kalau di awal-awal kita memasuki mal, kafe, museum, dan sebagainya. Itu ketika pertama kali. Kalau sudah pernah masuk, saya kira suasananya sama saja. Tidak “wah” seperti yang kita bayangkan sebelumnya. Betul kata orang, bukan, bahwa bisa karena biasa. Nah, saya berbagi cerita ini paling tidak bisa mengurangi “ketakutan” anda. Paling tidak, sebagian medan tempur sudah kita kuasai.

Kalau diperhatikan secara saksama, soalnya tampak biasa saja. Kalaupun salah mungkin karena gugup saja. Lebih dari itu, yang penting ialah sikap kita di jalan raya. Coba perhatikan, zebra cross untuk apa? Akan tetapi, tidak jarang kita jumpai, pengendara motor justru berada di atas zebra cross ketika lampu lalu lintas berwarna merah. Bahkan melewatinya. Naha rek ka mana atuh? Sebuah pertanyaan yang bukan hanya ditujukan kepada anda, tetapi juga kepada diri saya sendiri.

Baca Juga:

Membuat SIM C Baru di Polrestabes Bandung (1): Ujian Teori Lulus, Ujian Simulator Tidak Lulus

Membuat SIM C Baru di Polrestabes Bandung (2): Pengalaman Mengasyikkan, Lulus dengan Catatan

Iklan

30 Comments »

  1. 1
    Anonim Says:

    Saya br mau bikin sim,tapi uji teori susaaaaah banget. Hahahahaa..beda sama pertanyaan situ cm jwb benar atau salah, ini pake pilihan ganda..:)

    • 2
      novanherfiyana Says:

      “Saya br mau bikin sim…”. Jadi, sudah atau baru mau nih? 🙂 OK, bagaimana pun terima kasih atas infonya. Berbeda ya? Kalau saya tidak tahu karena (mungkin) pengalaman mengikuti ujian SIM itu hanya sekali seumur hidup, kecuali jika terlambat memperpanjang atau jika berubah kebijakan. Terima kasih juga sudah mengunjungi blog ini.

  2. 3
    ita suke Says:

    saya juga besuk mo bikin sim c,, ujian teorinya mah oke lahh,, tapi aduuuh bayangin ujian prakteknya uda jadi gk semangat lagi 😦

    • 4
      novanherfiyana Says:

      Jangan terlalu membayangkan hal yang tidak-tidak. Segera datangi dan ikuti saja ujian SIM-nya. Cepat atau lambat soal ke-lulus-an, anda akan punya cerita (pengalaman) yang mengasyikkan. Semoga berhasil 🙂

  3. 5

    semoga lolos dikatakan pengemudi lah,,

  4. Saya pertama buat sim A dan sim C th 1990 Lulus semua.saya senang bisa mendapatkan sim A dan C. saya ujian teori dan praktek.samapi eekarang sy kalau perpanjang sim juga tes.alhamdulilah selalu lulus karena pengalaman yg sudah berlalu yg namanya tes sim apapun tdk jauh berbeda.yg membedakan hanyalah umur kita lebih tua, biaya cehk kesehatan lebih mahal.dan pendaftatan juga lebih mahal.orang yg buat sim semakin banyak.kalau utk pelayanan dari kepolisian sudah bagus sesuai prosedur.

  5. 7
    Anonim Says:

    ga sempat perpanjang sim… walhasil sim mati sudah 3 taon lebih. mau ambil cuti aah…

  6. 9
    nanik Says:

    Aku juga pilian ganda A B C
    eee…… yg bener juga cuma 20 kurang
    satu. Gak lulus deh he he he
    Semangat !!!!!!
    Dua minggu blk lg

    • 10
      novanherfiyana Says:

      Kalau boleh tahu, ujiannya di Polrestabes mana nih? Kalau di Polrestabes Bandung (Kota), tampaknya menarik juga nih kalau disurvey lagi. Tanya satu-satu atau beberapa orang secara random untuk dikonfirmasi 🙂 Terima kasih sudah berkunjung dan berbagi pengalaman di blog saya ini.

      • 11
        nanik Says:

        Aku juga pilian ganda A B C
        eee…… yg bener juga cuma 20 kurang
        satu. Gak lulus deh he he he
        Semangat !!!!!!
        Dua minggu blk lg

  7. 12
    Aldy Says:

    anjing llo, tai lo, mati aja pergi ke laut
    tang ina bobo!

  8. 13
    vino.gbastian Says:

    jadi deg”an gni gue ..mau tes ujian tulis … jdi pengalaman menarik buat gue … semoga saja lancar …Amin

  9. 14
    ade alihidayat Says:

    aduh. . . tadi saya baru ikut tes uji teori sim,, saya yakin dengan jawaban saya itu tadi pasti lulus, tapi saya blum bisa memiliki sim karna gagal. . .. sue

    smoga tes slanjut nya saya bisa punya sim sendiri, dan tanpa jalan pintas atau nembak

    • 15
      novanherfiyana Says:

      Di mana nih? Di Polrestabes Bandung? Bagaimana ujian teorinya: masih benar-salah ataukah (sudah) pilihan ganda lagi? Terima kasih sudah berbagai pengalaman.

  10. 16
    Anonim Says:

    ia broo ane anak parung ne yg jabon udah 4 x ngulang he he he pegel bolak balik

  11. 20
    Anonim Says:

    Hedeh ane kaga lulus ,harus ngulang 2 minggu kemudiam 😦

  12. 21
    Anonim Says:

    Mas novan ,itu batas nya sampe berapa kali ngulang yah?tidak ada biaya tambahan kan kalo beberapa kali ngulang sampe akhirnya lulus?

    • 22
      novanherfiyana Says:

      Kalau tidak capek dan masih kuat mental, terus saja ikut ujian 🙂 Saya kira, sampai lulus selama kita masih mengikuti “aturan”. Jadi, ikutilah “aturan” jadwal ulangnya. Jangan asal-asalan sekehendak kita.

  13. 23
    rafly Says:

    porles bogor ujiam sim c nya susah bangettttt ga lulus 4x padahal udah survey soal di internet tp hasilnya tetep gatot

  14. 24

    saya sudah ujian teori yg ke 2 tapi blm lulus mdh2an yg ketiga kalinya lulus, maklumlah klo udah jadi IRT pikiranya nggak pokus,meski udh bljr

    • 25
      novanherfiyana Says:

      Tetap semangat Mbak Ecin. Dari berbagai perjalanan atau pengalaman orang lain, saya justru semakin memahami bahwa setiap orang itu unik berdasarkan “karya-karya”-nya. Mudah menurut kita, belum tentu mudah menurut orang lain. Pun sebaliknya. Semua selalu diiringi dengan “hal-hal unik” yang melatarbelakangi cerita-cerita perjalanannya. Terima kasih sudah berbagi 🙂

  15. 26
    Anonim Says:

    alhamdulillah saya daftar sekali langsung lulus tes sim C di POLRES BLITAR JATIM 🙂

  16. 27
    Saepul/amng Says:

    Aduh sim gue udh kedaluarsa satu thun,mau d perpanjng gak bisa,dri pda blik udh gue cba bikin sim baru,eh pas ujian gx lulus,cpeee deeeh

  17. 28
    fatma Says:

    aku juga gak lulus pas ujian teori sim C x,,,, adouhh sediihh tapi hrs semangat ngulang lgi

  18. 29
    persus Says:

    Saya gak lulus, 30 soal skor 23, salah 7. Katanya kalau betul 21 bisa lulus kenapa saya tidak lulus? Apa itu kebijakan polisi daerah masing2 ya?

    • 30
      novanherfiyana Says:

      Saya tidak mengetahui perkembangan peraturan terbaru. Namun, saya kira, masih 21. Kalau jadi saya, tentu pada saat itu juga saya mempertanyakannya kepada petugas. Puas atau tidak puas, minimal kita jadi tahu tanggapannya. Alangkah lebih baik, ketika mengikuti ujian (teori) ulang, anda mempertanyakannya lagi. Paling tidak, dari tanggapannya nanti, anda merasa lega. Jangan khawatir “tidak diluluskan”, toh anda pernah gagal dalam ujian kemarin 🙂 Rileks saja. Anggap saja rekreasi. Atur-atur atau kelola waktu saja. Yang sudah punya SIM saja masih ancur-ancuran kok di dunia nyata (lalu lintas)….


RSS Feed for this entry

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: