Saya Masih Tertarik Media Tradisional

Sekarang ini eranya media online. Ah masa? Iya dong! Mau tidak mau, suka tidak suka, kita harus menyelami media online.

Namun demikian, seiring dengan utak atik media online, termasuk blog ini, saya masih tertarik dengan media tradisional. Maksudnya, surat kabar, televisi, dan radio. Ya, media tradisional adalah old media.

Bahkan untuk media tradisional, saya sudah pernah berada di dalamnya. Misalnya, saya di-feature-kan di Koran Sindo, dulu namanya koran Seputar Indonesia, edisi Mei 2007. Lepas dari itu, saya adalah kolektor media (koran).

Televisi? Sebagai kolektor koran pun, saya pernah masuk tayangan program BUSSSEEET di Trans7 pada Juli 2005.

Bagaimana dengan radio? Kalau ini sih inisiatif saya. Saat itu saya mengikuti program Pa Beurat Beurat di Radio Leidya di Jalan Siliwangi No. 5 Kota Bandung. Mengalami sebagai “penyiar”. Maksud saya, diwawancarai sebagai nara sumber (pengunjung) oleh penyiar.

Itulah pengalaman saya. Saya masih terkesan dengan media tradisional.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: