Mengunjungi Empat Museum Bandung dalam Sehari

Senin, 3 September 2012, ini saya bersama ponakan mengunjungi empat museum di Bandung dalam waktu sehari. Museum pertama yang dikunjungi, yaitu Museum Mandala Wangsit Siliwangi yang berada di Jalan Lembong. Saya masih ingat, Museum Mandala Wangsit Siliwangi ini merupakan museum pertama yang pernah saya kunjungi. Wah, waktunya sih sudah cukup lama. Semasa sekolah dulu he he he.

Dari jalan raya (baca: Jalan Lembong) tampilan kawasan Museum Mandala Wangsit Siliwangi ini tampak “menyeramkan”. Bukan soal kompleks militernya, tetapi mirip “rumah hantu”. Saya kira, mungkin di antara anda ada yang memiliki kesan seperti itu. Namun, saya percaya bahwa itu hanya kesan saja. Nyatanya, tidak begitu.

Suasana ramah yang saya kesankan tampak nyata. Ya, orang-orang yang pada umumnya berseragam militer itu memang ramah-ramah. Sebetulnya saya percaya dengan keramahan itu. Soalnya saya tahu “Siliwangi adalah Jawa Barat dan Jawa Barat adalah Siliwangi”.

Untuk memasuki ruang Museum Mandala Wangsit Siliwangi, dari pintu gerbang utama (Jalan Lembong) kita melalui halaman belakang. Namun, di halaman depan (halaman luar) kita sudah disuguhi tank baja, panser, meriam, monumen, dan sebagainya.

Setelah itu, kita memasuki ruang museumnya. Sebelumnya, kita mengisi buku tamu terlebih dahulu. Setelah itu, salah seorang petugas mengatakan (lebih kurang): “Untuk biaya pemeliharaan, seikhlasnya saja”. Uang pemeliharaan itu mau diberikan sebelum atau seudah masuk museum. Saya langsung memberikan uang pemeliharaan sebelum masuk saja.

Tadinya hanya saya dan keponakan saya saja yang menjadi pengunjungnya. Sepi. Namun, sebelum saya datang, kalau melihat buku tamu, sebetulnya sudah ada rombongan anak sekolah. Tidak lama setelah saya mengisi buku tamu dan memberikan uang pemeliharaan, datanglah lima orang lainnya. Tampaknya keluarga besar.

Perjalanan ke Museum Mandala Wangsit Siliwangi pun selesai. Tampak di luar masih ada pengunjung lain yang sedang menulis buku tamu. Oh ya, di dalam Museum Mandala Wangsit Siliwangi ini kita dilarang untuk memfoto/memotret lukisan. “Larangan” itu tertulis di dinding. Namun demikian, setelah saya konfirmasi, ternyata untuk memfoto/memotret selain lukisan boleh-boleh saja.

Setelah mengunjungi Museum Mandala Wangsit Siliwangi, kami hendak pergi ke Museum Sri Baduga yang berada di Jalan BKR. Dengan demikian, dari Jalan Lembong, saya harus berjalan dahulu lebih kurang 100 meter ke Jalan Braga. Tujuan saya ialah naik DAMRI Ledeng-Leuwipanjang dan turun di Tegallega (seberang Museum Sri Baduga). Namun, yang cepat datang ialah DAMRI Dago-Leuwipanjang. Ya, sudah, saya naik DAMRI Dago-Leuwipanjang saja. Rutenya kan sama kalau dari Jalan Braga.

Sayang, sesampainya kami di Museum Sri Baduga, museum ini untuk hari Senin sedang libur. Saya tahu informasi itu ketika salah seorang security memberitahukan kepada anak-anak yang sedang berkunjung. Saya pun mengobrol dengan security dan memperoleh jawaban bahwa Museum Sri Baduga ini libur setiap hari Senin dan libur nasional. Sebetulnya, saya sudah mengetahui jauh-jauh hari bahwa secara global (seluruh dunia), diwacanakan bahwa setiap museum itu memiliki hari libur di setiap hari Senin. Persoalannya, ternyata tidak semua museum libur di hari Senin. Ya, seperti Museum Mandala Wangsit Siliwangi itu tadi.

Karena Museum Sri Baduga sedang tutup, keponakan saya pun bertanya lagi. Ke museum mana lagi? Pertanyaan itu sering kali diajukan ketika saya mengajaknya pulang. Ya, sudah, saya berniat pergi ke kawasan Jalan Diponegoro saja. Di Jalan Diponegoro Kota Bandung kan terdapat dua museum, yaitu Museum Pos Indonesia (Jalan Cilaki No. 73) dan Museum Geologi (Jalan Diponegoro).

Kami mengunjungi Museum Pos Indonesia lebih dahulu. “Museum teh tentara?” tanya keponakan. Mungkin image-nya ketika mengunjungi Museum Mandala Wangsit Siliwangi tadi. Saya bilang bahwa di sini ada surat-surat dan perangko. Sebelum memasuki ruang Museum Pos Indonesia, saya mengisi buku tamu. Tidak bayar. Tidak ada biaya pemeliharaan. Langsung masuk saja.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari brosur yang saya peroleh ketika berkunjung, Museum Pos Indonesia dibuka untuk umum hari Senin-Jumat (09.00 WIB-16.00 WIB) dan Sabtu (09.00 WIB-13.00 WIB). Minggu? Libur kali ya?!

Setelah berkeliling seisi Museum Pos Indonesia, keponakan saya bertanya lagi: “Ada Museum Makanan, nggak?”. Saya jawab langsung sekenanya saja: “Itu museum makanan” sambil menunjuk tenda-tenda dan kafe-kafe di sekitar Jalan Cilaki dan Cisangkuy he he he.

Ayo kita beralih ke Museum Geologi. Nah, di sini sudah ditata dengan baik. Mirip-mirip tempat kunjungan wisata. Sebelum memasuki ruang Museum Geologi, ada petunjuk tentang pembelian tiket. Di tempat penjualan tiket itu ada juga souvenir-souvenir yang dijual. Pokoknya mirip tempat kunjungan wisata pada umumnya.

Harga tiket untuk Museum Geologi, yaitu Rp 2.000,- (pelajar/mahasiswa), Rp 3.000,- (umum), dan Rp 10.000,- (asing/pelajar asing). Biaya pembelian tiket saya pun menjadi Rp 5.000,- untuk Rp 3.000,- (umum) dan Rp 2.000,- (pelajar). Kepada pengunjung Museum Geologi, selain tiket, juga diberikan slip pembayaran seperti di mini/supermarket. Seperti belanja gitulah.

Lalu, kami pun melangkah ke pintu gerbang utama Museum Geologi. Selain tiket dirobek, pergelangan tangan kita pun dicap. Lalu, berkeliaranlah kita di dalam Museum Geologi. Jam operasional Museum Geologi seperti tertulis dalam tiket, yaitu Senin-Kamis (08.00 WIB-16.00 WIB), Sabtu-Minggu (08.00 WIB-14.00 WIB), Jumat dan Libur Nasional (tutup).

Setelah dari Museum Geologi, keponakan saya masih bertanya, ke museum mana lagi? Ah, sudah sore. Lalu, pulanglah kami ke rumah.

Oh ya, secara keseluruhan, fasilitas museum-museum ini termasuk memadai. Toilet dan masjid/mushola cukup mudah dijumpai. Perjalanan ke museum-museum di Bandung itu tampak sekilas. Ya, ini kan pengenalan saja. Ketika ditanyakan ada museum apa lagi, saya pun menjawab: “Ada museum koran”. Ya, saya memang kolektor media.

1 Comment »

  1. 1
    ingke Says:

    apakah anda berminat dengan koran thn 1960 please reply


RSS Feed for this entry

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: