Bekerja Itu, Ya Berolahraga

Sebetulnya sudah lama saya menyadari bahwa bekerja itu berolahraga. Namun, berolahraga yang mana dulu? Ya, kesadaran saya itu timbul ketika mengangkat suatu benda. Tampak berat sekali. Coba kalau terlatih berolahraga, mungkin saya bisa terlatih juga untuk mengangkat benda.

Nah, ternyata itu betul. Saya pernah mendengarkan acara “Konsultasi” (pukul 22.00-23.00 WIB) di RRI Pro 3 Jakarta yang dibawakan oleh penyiar Fajar Nugroho dengan nara sumber Dr. Tilarso, Sp.K.O. Acaranya sih sudah lama. Kalau tidak salah, 1-2 hari menjelang tahun baru 1 Januari 2012 yang lalu.

Menurut Pak Tilarso, olahraga (kesehatan masyarakat) adalah kegiatan terstruktur dan berulang-ulang dengan tujuan fisicaly fitness. Cirinya: 3-5 kali seminggu, 20-60 menit, seberapa lelah.

Jadi, berdasarkan definisi itu, yang bukan definisi olahraga adalah kurang dari 20 menit, lebih dari 60 menit, dan seberapa lelah (ukurannya 60%-90% x 220-Umur. Itulah denyut nadi/jantung).

Inilah rangkaian kegiatan sebelum, pada saat, dan sesudah berolahraga: pemanasan, peregangan, olahraga, pendinginan, dan peregangan.

Olahraga aerobik yaitu berjalan, berlari, berenang, bersepeda, dan berdansa.

Diiringi perbincangan itu, ada beberapa pertanyaan yang disampaikan para pendengar. Inilah pertanyaan dan jawabannya:

Apakah kita perlu mengonsumsi food suplement?

Food suplement diperlukan untuk olahraga yang lebih dari 60 menit (endurance seperti marathon dan lari jarak jauh).

Apakah kita perlu mengonsumsi isotonik/ion?

Food suplement diperlukan untuk olahraga yang lebih dari 60 menit (endurance seperti marathon dan lari jarak jauh).

Jadi, kalau berolahraga kurang dari 60 menit, ya cukup minum air putih saja.

Olahraga apa yang cocok untuk orang yang menderita diabetes?

Olahraga aerobik. Kalau olahraga permainan tidak tepat karena suka berhenti mendadak, seperti bulu tangkis, bola basket, dan sepak bola.

Apakah pekerja pabrik atau PRT (pembantu rumah tangga) perlu berolahraga (lagi)?

Tidak perlu.

Nah, dari situ, pengetahuan saya bahwa “Bekerja Itu, Ya Berolahraga” tepat. Oh ya, mohon maaf seandainya saya salah mengutip karena salah mendengar perbincangan Dr. Tilarso, Sp.K.O. Jadi, anda perlu melakukan check and recheck lagi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: