Perjalanan Wisata ke Situ Ciburuy

Keinginan untuk berwisata ke Situ Ciburuy merupakan rencana lama. Namun, untuk mewujudkan rencana tersebut tidaklah direncanakan secara matang. Biasanya saya langsung pergi secara spontan. Hari itulah, Kamis, 2 Februari 2012, saya segera mewujudkannya meskipun bukan dalam arti berwisata, tetapi hanya sekadar survey saja.

Tampaknyasudah lama saya tidak mengunjungi Situ Ciburuy lagi. Saya hanya tahu cerita-cerita terbaru tentang suasana Situ Ciburuy di media massa. Pada umumnya, media massa melaporkan suasana keberadaan Situ Ciburuy yang sepi pengunjung dan penataan kawasan Situ Ciburuy. Karenanya, saya ingin mengetahui keberadaannya dari dekat. Nah, itulah latar belakang saya mengunjungi Situ Ciburuy.

Perjalanan dimulai di Terminal Bus Alun-alun Bandung yang berada di Jalan Asia Afrika (tepatnya di luar halaman Masjid Agung Bandung yang kini bernama Masjid Raya Jawa Barat). Untuk menggambarkannya, halaman Masjid Raya Jawa Barat ini dibatasi oleh Jalan Asia Afrika (di sebelah utara), Jalan Alun-alun Timur (timur), Jalan Dalem Kaum (selatan), dan Masjid Raya Jawa Barat itu sendiri (barat).

Terminal bus Alun-alun Bandung ini sebetulnya bukanlah terminal bus seperti umumnya, tetapi hanya berupa Halte. Namanya Halte Alun-alun Bandung. Di Halte Alun-alun Bandung ini sudah tersedia bus kota DAMRI trayek Alun-alun Bandung-Ciburuy (AC dan non-AC) dan bus kota DAMRI trayek Alun-alun Bandung-Kotabaru Parahyangan via Tol Pasteur-Padaleunyi (AC). Jadi, meskipun kedua bus kota DAMRI ini menuju kawasan yang sama (baca: Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat), keduanya melintasi jalur jalan yang berbeda. Jika bus kota DAMRI Alun-alun Bandung-Ciburuy langsung menuju ke arah barat maka bus kota DAMRI Alun-alun Bandung-Kotabaru Parahyangan ini harus menuju ke arah utara lebih dahulu karena untuk menuju Tol Pasteur-Padaleunyi harus melintasi Jalan Dr. Djundjunan (dahulu Jalan Terusan Pasteur).

Dalam perjalanan kali ini yang menaiki bus kota DAMRI Alun-alun Bandung-Ciburuy yang non-AC, perjalanan dari Alun-alun Bandung ke Situ Ciburuy menghabiskan waktu selama 1 jam 49 menit (pukul 13.12-15.01 WIB) dengan ongkos Rp 4.000,- (empat ribu rupiah).

Bus kota yang saya naiki tiba di Terminal Ciburuy pada pukul 15.01 WIB. Terminal Ciburuy ini berada di pinggir Jalan Raya Ciburuy yang merupakan jalan utama Bandung-Jakarta. Terminal Ciburuy ini tepat berada di luar halaman kawasan Situ Ciburuy. Baru saja turun dari bus, saya sempat mendengar obrolan keluarga kecil (sepasang suami-istri yang membawa seorang anak kecil) yang satu bus dengan saya, mengatakan: “Berapa ya tiketnya sekarang?”. Ya, “kebingungan” harga tiket ini memang sudah beredar luas. Anda tentu masih ingat dengan cerita saya tadi yang menulis “Suasana keberadaan Situ Ciburuy yang sepi pengunjung dan penataan kawasan Situ Ciburuy”. Untuk itulah saya datang berkunjung ke Situ Ciburuy, bukan?

Memasuki pintu gerbang Situ Ciburuy yang jaraknya sekitar 20 meter dari Terminal Ciburuy, ketiga orang (ayah-ibu-anak) itu didekati oleh seseorang (tampaknya berseragam, tetapi berjaket) dengan meminta uang tiket. “Rp 5.000,- (lima ribu rupiah) sajalah,” ujar “petugas”. Selain itu, tampak tidak ada tiket/karcis. Lalu, saya yang sambil memperhatikan pasangan muda itu mulai masuk ke pintu gerbang. “Ah…, gratis kok. Tidak bayar,” gumam saya dalam hati. “Petugas” itu pun senyum-senyum saja. Karena penasaran dengan kejadian itu, saya pun melihat-lihat keadaan. Tampaknya ada banyak orang yang bebas melintas. Namun, saya pun maklum karena salah satu kendala sulitnya Situ Ciburuy mendapatkan pengunjung karena pengunjung itu bisa saja merupakan orang kawasan sekitar Situ Ciburuy. Mungkin berbeda ya kalau rombongan. Orang-orang berombongan seperti itu biasanya terlihat seperti wisatawan. Masalahnya, boleh jadi soal ketegasan. Misalnya tentang pemberian tiket/karcis itu tadi.

Di dalam kawasan Situ Ciburuy tampak beberapa orang di taman yang sedang menikmati pemandangan Situ Ciburuy. Kebanyakan para pelajar yang tampaknya baru pulang sekolah. Sesekali tukang perahu menawarkan jasanya. Saya pun sempat bertanya dan biayanya dalam kisaran Rp 50.000,- hingga Rp 60.000,- dengan 5 penumpang untuk satu kali perjalanan bolak-balik. Beberapa meter dari taman, tampak beberapa kedai makanan/minuman.

Setelah beberapa menit di dalam kawasan Situ Ciburuy, saya pun keluar untuk mengelilingi kawasan Situ Ciburuy. Ya, namanya juga survey. Suatu waktu saya akan ke sini lagi. Di sini saya sempat mengobrol dengan 1-2 orang yang diperkirakan merupakan warga sekitar. Obrolan saya adalah seputar penasaran-penasaran saya tadi. Misalnya, apakah untuk memasuki Situ Ciburuy ini diharuskan bayar tiket/karcis. Juga hari apa saja Situ Ciburuy ini biasa penuh pengunjung.

Dari obrolan ini, saya sempat mendapat jawaban meskipun harus di-verifikasi lagi. Ceileeeh, serius amat ya he he he. Katanya, “Kalau pagi sih biasanya bayar tiket Rp 5.000,-. Biasanya pula, Situ Ciburuy ini akan ramai pengunjung ketika Sabtu, apalagi Minggu.” (Tentu jawaban itu dalam bahasa Sunda ya. Saya hanya menuliskan saja.) Ya, suatu jawaban yang standar.

Hari telah menjelang sore. Saya pun segera pulang ke Kota Bandung. Dari Terminal Ciburuy, bus kota DAMRI Alun-alun Bandung-Ciburuy (non-AC) yang menuju Alun-alun Bandung mulai berangkat. Dalam perjalanan selama 1 jam 31 menit (pukul 16.07-17.38 WIB) dengan ongkos Rp 4.000,- (empat ribu rupiah) itu akhirnya menepikan saya di Terminal/Halte Alun-alun Bandung untuk kemudian melanjutkan perjalanan ke rumah tempat tinggal saya.

Iklan

2 Comments »

  1. 1
    Rica Dachlan Says:

    teman” & saya rencana wisata alam di bandung/kab bandung. bingung juga mau ke mana. tapi baca tulisan ini, pengen juga ke situ ciburuy itu. tapi gak ditulis, selain perahu, ada apa lagi di sana. atau emang gak ada lagi ya?

    • 2
      novanherfiyana Says:

      Selain memandangi situ, ya cuma perahu serta makan-makan di kedai-kedai yang berada di sisi situ Ciburuy. Saya kira itu. Tidak ada lagi. Itu juga kalau situnya ada airnya (saat ini kan musim hujan). Tapi kalau kemarau, wah “kolam”-nya tidak ada 🙂


RSS Feed for this entry

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: