Observasi Pencari Kerja di Bursa Tenaga Kerja

SEBAGAI masyarakat, khususnya para pencari kerja (job seeker), Anda tentu mengenal istilah bursa tenaga kerja (job fair). Bursa tenaga kerja merupakan arena pertemuan antara perusahaan dan pencari kerja. Perusahaan (biasanya melalui perekrut) berupaya mendapatkan sebanyak mungkin calon pekerja atau karyawannya yang memenuhi kualifikasi (baca pula: berkualitas). Sementara pencari kerja berupaya meyakinkan perekrut bahwa dirinya merupakan orang yang tepat untuk melakukan pekerjaan di perusahaannya.

Biasanya, bursa tenaga kerja diselenggarakan dinas tenaga kerja dan transmigrasi, perguruan-perguruan tinggi, dan perusahaan-perusahaan penyedia lowongan pekerjaan online, seperti Karir, Jobstreet, JobsDB, dan Jobindo. Mereka berusaha membantu pencari kerja untuk mendapatkan pekerjaan yang cocok.

Mengapa ada banyak perusahaan yang mengikuti bursa tenaga kerja? Penulis melihat ada beberapa alasan. Pertama, perusahaan tersebut memiliki visi jauh ke depan dan ini yang merupakan garis besarnya: memiliki perhatian yang besar dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) di Indonesia, dalam hal ini calon pekerja yang akan direkrut.

Kedua, perusahaan yang bersangkutan biasanya perusahaan yang mapan sehingga proses perekrutan dan penyeleksiannya sudah berdasarkan sistem yang baik. Dengan demikian, perusahaan dalam merekrut dan menyeleksi calon pekerjanya, bukan melihat orang, tetapi kualitas yang melekat pada orang tersebut. Singkatnya, perusahaan tidak melakukan apa yang disebut masyarakat sebagai KKN.

Dengan berperan serta dalam kegiatan bursa tenaga kerja, perusahaan pun berupaya memasarkan dirinya bahwa perusahaan itu merupakan tempat yang tepat bagi siapa saja, dalam hal ini calon tenaga kerja. Hal ini menjadi salah satu citra perusahaan bagi masyarakat untuk masa yang akan datang, bahwa perusahaannya terus berkembang dan mengembangkan diri.

Lalu, apa yang harus dilakukan pencari kerja untuk mengunjungi bursa tenaga kerja? Sebelum acara bursa tenaga kerja berlangsung biasanya panitia acara (event organizer) mempromosikannya di media massa cetak dan elektronik. Keuntungannya bagi pencari kerja ialah perusahaan apa saja yang mengikuti bursa tenaga kerja tersebut. Ketika acara bursa tenaga kerja berlangsung, lihat-lihatlah perusahaan yang ikut serta atau tanyakan pada panitia. Ikuti pula presentasi-presentasi yang dilakukan perusahaan.

Dalam presentasi itu, pencari kerja dan perekrut dapat saling bertanya jawab. Apa nama perusahaannya? Siapa pemiliknya? Di mana lokasi kantor pusat dan kantor cabangnya (ini penting untuk menjawab di mana kita akan ditempatkan)? Apa visi dan misinya? Apa pula produk barang dan/atau jasa yang diproduksinya?

Selain itu, para pencari kerja pun dapat bertanya pada hal yang lebih khusus lagi, seperti bagaimana proses (tes, psikotes, dan wawancara) perekrutannya, kualifikasi (syarat-syarat calon pekerja) apa saja yang dibutuhkan, dan ke mana surat lamaran kerja harus dikirimkan (ditujukan kepada pengusaha, kepala/manajer HRD, kepala/manajer personalia), dan lampiran-lampiran (asli atau fotokopi) yang harus disertakan atau dibawa. Ada kalanya perbedaan-perbedaan istilah itu cukup berpengaruh (terutama ketika melamar pekerjaan di luar bursa tenaga kerja), seperti istilah HRD (human resource division/department) dan SDM atau PSDM (pengembangan sumber daya manusia).

Pada saat itu pula, pencari kerja dapat turut serta menyampaikan lamaran pekerjaan. Kalau tidak atau belum tertarik, pencari kerja pun dapat meminta atau bahkan membagikan kartu nama dan nomor kontak (telepon) serta company profile kepada perekrut di perusahaan tersebut.

Kelak, kegiatan tukar-menukar “dokumen” itu dapat berguna untuk masa mendatang sebagai penjajakan “lowongan kerja tersembunyi”. Bahkan proses tanya jawab yang dapat dikatakan “sepele” tadi dapat menambah wawasan pencari kerja tentang kehidupan di dunia rekrutmen.

Bursa tenaga kerja merupakan sarana untuk mencari ilmu dan pengalaman. Syukur-syukur kita dapat memperoleh pekerjaan pada saat itu juga. Jadi, observasilah!

Novan Herfiyana

*) Tulisan ini dimuat di Harian Umum Galamedia edisi Sabtu, 31 Oktober 2009.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: