Pekerja Kontrak dan Jenis Pekerjaannya

APAKAH Anda telah memiliki pekerjaan, dalam hal ini bekerja di perusahaan milik orang lain? Bagaimana status Anda: pekerja tetap atau pekerja kontrak? Jika pekerja kontrak, sudah berapa lama Anda bekerja di perusahaan tersebut?

Pekerja kontrak dimaksudkan sebagai pekerja yang melakukan perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT), sedangkan pekerja tetap dimaksudkan sebagai pekerja yang melakukan perjanjian kerja waktu tidak tertentu (PKWTT). PKWT adalah perjanjian kerja antara pekerja dengan pengusaha untuk mengadakan hubungan kerja dalam waktu tertentu atau untuk pekerjaan tertentu. Sedangkan PKWTT adalah perjanjian kerja antara pekerja dengan pengusaha untuk mengadakan hubungan kerja yang bersifat tetap.

Terlepas dari ada atau tidak adanya kriteria yang harus dipenuhi dalam suatu kontrak kerja, bagi sebagian kecil orang, ada kalanya menjadi pekerja kontrak merupakan pilihan. Selain untuk dapat mengaktualisasikan diri dan mencari pengalaman di berbagai perusahaan sebagai sarana pembelajaran jiwa kewirausahaannya, dirinya merasa sejajar dengan pihak perusahaan meskipun tentu saja masih tetap berunsur “ada perintah” dari perusahaan yang bersangkutan. Namun bagi sebagian besar orang, menjadi pekerja kontrak merupakan pilihan yang terpaksa dijalaninya. Apalagi, hak-hak yang diterima pekerja kontrak dianggap tidak sebanding dengan kewajiban-kewajiban yang dilaksanakannya.

Di Indonesia, perihal pekerja kontrak, antara lain diatur dalam UU No. 13/2003 tentang Ketenagakerjaan dan Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. KEP.100/MEN/VI/2004 tentang Ketentuan Pelaksanaan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu. Dalam peraturan perundang-undangan tersebut, antara lain diatur kriteria dan bagaimana PKWT dapat berubah secara otomatis menjadi PKWTT.

Suatu PKWT hanya dapat dibuat untuk pekerjaan tertentu yang menurut jenis sifat atau kegiatan pekerjaannya akan selesai dalam waktu tertentu. Yaitu (a) pekerjaan yang sekali selesai atau sementara sifatnya, (b) pekerjaan yang diperkirakan penyelesaiannya dalam waktu yang tidak terlalu lama dan paling lama tiga tahun, (c) pekerjaan yang bersifat musiman atau (d) pekerjaan yang berhubungan dengan produk baru, kegiatan baru atau produk tambahan yang masih dalam percobaan atau penjajakan.

PKWT untuk pekerjaan yang sekali selesai atau sementara sifatnya adalah PKWT yang didasarkan atas selesainya pekerjaan tertentu. PKWT tersebut dibuat untuk paling lama tiga tahun, kecuali jika pekerjaan tersebut dapat diselesaikan lebih cepat dari yang diperjanjikan dan hal itu harus dicantumkan batasannya.

Dalam hal PKWT dibuat berdasarkan selesainya pekerjaan tertentu, tetapi karena kondisi tertentu pekerjaan tersebut belum dapat diselesaikan, dapat dilakukan pembaruan PKWT yang dilakukan setelah melebihi masa tenggang waktu 30 hari setelah berakhirnya perjanjian kerja. Perlu diperhatikan pula bahwa selama tenggang waktu 30 hari tidak ada hubungan kerja antara pekerja dan pengusaha. Namun demikian, menurut ketentuan, para pihak dapat mengatur lain dari ketentuan tersebut yang tentunya dituangkan dalam suatu perjanjian.

Adapun pekerjaan yang bersifat musiman adalah pekerjaan yang pelaksanaannya bergantung pada musim atau cuaca. PKWT tersebut hanya dapat dilakukan untuk satu jenis pekerjaan pada musim tertentu. Selain itu, pekerjaan-pekerjaan yang harus dilakukan untuk memenuhi pesanan atau target tertentu dapat dilakukan dengan PKWT sebagai pekerjaan musiman dan hanya diberlakukan untuk pekerja yang melakukan pekerjaan tambahan. PKWT tersebut tidak dapat dilakukan pembaruan.

Sementara itu, PKWT pun dapat dilakukan dengan pekerja untuk melakukan pekerjaan yang berhubungan dengan produk baru, kegiatan baru atau produk tambahan yang masih dalam percobaan atau penjajakan. PKWT dalam kriteria ini hanya dapat dilakukan untuk jangka waktu paling lama dua tahun dan dapat diperpanjang untuk satu kali paling lama satu tahun. PKWT ini tidak dapat dilakukan pembaruan. PKWT dimaksud hanya boleh diberlakukan bagi pekerja yang melakukan pekerjaan di luar kegiatan atau di luar pekerjaan yang biasa dilakukan perusahaan.

Namun, dalam praktiknya, suatu PKWT yang dibuat oleh pengusaha dan pekerja jarang ada yang memperhatikan kriteria-kriteria tersebut. Demikianlah sekilas PKWT dan PKWTT yang semoga baik pihak pekerja maupun pengusaha dapat saling memahami sehingga segala hak dan kewajibannya dapat berjalan sebagaimana mestinya.

Novan Herfiyana

*) Tulisan ini dimuat di Harian Umum Galamedia edisi Sabtu, 16 Mei 2009.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: