Wisata Selam: Fenomena Baru Pariwisata Indonesia

Olahraga selam sebenarnya sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu. Ketika itu orang-orang Mesopotamia melakukan kegiatan selam dengan tujuan untuk mencari kerang yang ada di dasar laut. Karena belum ada peralatan selam, waktu itu mereka melakukan dengan peralatan sederhana. Tentu hanya dengan kualitas nafas yang membuat mereka bertahan untuk melakukan penyelaman. Kegiatan semacam itu masih bisa kita lihat di daerah Seram (Maluku).

Seirama dengan kemajuan zaman, cara-cara yang dianggap tidak efektif itu sudah ditinggalkan. Kini para penggemar selam sudah menggunakan peralatan yang memadai. Selain mudah juga asyik untuk dipakai. Peralatan selam ini sudah resmi digunakan sejak tahun 1880-an. Di Indonesia sendiri baru dipakai pada tahun 1945 ketika Angkatan Laut muncul.

Perkembangan selanjutnya, pada tahun 1979 berdirilah POSSI (Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia). Organisasi ini bukan hanya untuk mengakomodasi kegiatan olahraga saja, tetapi juga untuk kegiatan rekreasi. Kini, untuk turut serta mendukung dunia pariwisata, olahraga selam tampaknya bisa dijadikan komoditi pariwisata.

Wisata selam merupakan komoditi baru dalam perkembangan pariwisata dunia terlebih lagi di Indonesia. Fenomena ini muncul dan berkembang dari salah satu kegiatan olahraga air. Lalu dalam perjalanannya pengusaha pariwisata telah mengubah wajah olahraga air ini ke dalam sebuah ramuan baru berupa perpaduan olahraga dan pariwisata. Maka muncullah istilah “wisata selam” sebagai wujud konkretnya.

Banyak sudah bentuk wisata yang telah berkembang dalam dekade terakhir ini, baik di dunia maupun di negara kita sendiri. Wisata pantai sudah bukan barang baru lagi karena seolah telah akrab di telinga kita. Pantai-pantai di Indonesia memang menjanjikan hiburan tersendiri bagi para pengunjungnya. Sebut saja Pantai Kuta di Bali yang selalu dikunjungi dan disesaki, bukan hanya oleh para wisatawan domestik, tetapi juga oleh wisatawan mancanegara.

Jika dalam wisata pantai atau laut, maka kita seolah dibatasi oleh garis cakrawala, mata kita pun tak dapat menerka jauh dan dalamnya lautan sebagai akibat bumi yang bulat. Akan tetapi dalam wisata selam keingintahuan kita akan indahnya dasar laut seakan terobati. Mata kita bisa dimanjakan pemandangan alam dasar laut yang terbilang unik seperti batu karang yang beraneka warna dan bentuk. Juga oleh ikan laut yang berlalu lalang di depan kita serta tumbuhan dasar laut yang beraneka ragam.

Wisata selam merupakan kegiatan yang mendebarkan hati bagi mereka yang baru pertama kali terlibat, karena wisata ini benar-benar mendekatkan diri ke dalam habitat alam dasar laut yang relatif jarang terjamah manusia, sehingga dibutuhkan keberanian tersendiri untuk melakukannya.

Kegiatan wisata selam ini pada satu dekade yang lalu memang hanya didominasi oleh orang-orang Barat saja. Namun seiring dengan perjalanan waktu dan berkembangnya bisnis wisata maka negara-negara bahari mulai menyiasati peluang itu dengan membuka potensi baharinya guna menjaring pangsa baru yaitu penggemar wisata selam.

Di Indonesia sendiri, yang termasuk sebagai negara bahari telah memiliki tempat-tempat penyelaman yang memiliki keindahan alam tersendiri, seperti: di Pulau Weh (Aceh), Pulau Bintan (Riau), Pulau eribu (DKI Jakarta), Derawan (Kalimantan Timur), Bunaken (Sulawesi Utara), Bali, Ambon, Lasolo, Bukori, dan Kepulauan Wakatobi (Sulawesi Tenggara), dan tentunya masih banyak lagi.

Ternyata wisata selam sudah bukan hanya milik orang Barat saja. Kini orang Asia pun sudah banyak yang menggemari wisata selam, walaupun masih dalam jumlah yang kecil.

Melihat potensinya yang begitu besar, wisata selam yang ternyata telah menjaring penggemarnya, membuka peluang bagi perusahaan penerbangan, destinasi resor, dan Biro Perjalanan Wisata (BPW), untuk turut serta memanfaatkannya menjadi komoditi baru.

Upaya yang dilakukan Indonesia sebagai negara bahari agar daerah tujuan wisata (DTW) di berbagai pelosok negerinya adalah bagaimana memberikan penyuluhan dan pemahaman kepada masyarakat dan sekitarnya, mengenai hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan wisata selam tersebut. Paling tidak sektor ini berpeluang memberikan sumbangan terhadap sektor-sektor lain, yang mungkin karena hambatan subsidi.

Selain itu, bila dimungkinkan BPW yang ada membuat koordinasi yang seiring dan selaras dengan pengelola wisata, khususnya wisata selam yang hendak dipasarkan sekarang ini. Adapun BPW yang berkecimpung dalam wisata selam ini sebaiknya memperdalam bidang yang akan dijualnya, memfokuskannya terhadap produk barunya itu, paling tidak, ada semacam proaktif sebagai upaya awal seperti meningkatkan keterampilan para pemandu wisata di lapangan agar calon peminat wisata tertarik karenanya.

Apabila olahraga wisata ini kemudian dapat berkembang pesat maka langkah selanjutnya adalah menyusun pola pengelolaan agar pada perjalanannya tidak menimbulkan berbagai kendala yang mungkin bisa terjadi. Apalagi ini merupakan aspek baru dalam percaturan pariwisata.

Hal lain yang perlu dilakukan pemerintah Indonesia dalam pengembangan aspek barunya ini adalah melakukan kontrol di tempat-tempat penyelaman agar kelestarian tempat penyelam bisa terjaga. Karena bukan tidak mungkin tangan-tangan jahil para penyelam itu sendiri dapat merusak kelestarian tempat tersebut. Pengawasan ketat juga sebaiknya dilakukan pada penangkap ikan dan usaha-usaha industri yang dapat mencemari alam wisata bahari tersebut.

Perkembangan usaha dan kegiatan wisata ini kalau tidak diantisipasi sejak dini cenderung mengalami kerusakan fatal, sehingga tak diminati lagi. Langkah terbaik yang dilakukan pemda setempat yang memiliki kawasan Taman Wisata Laut adalah memberi penyuluhan dan penerangan kepada masyarakat setempat agar menjaga DTW tersebut.

Novan Herfiyana

*) Tulisan ini dimuat di Harian Umum Pikiran Rakyat edisi Minggu, 30 Maret 1997.

*) Tulisan ini dikerjakan bersama Danny Setiawan.

1 Comment »

  1. 1

    Wisa alam INDONESIA mantap…..🙂


RSS Feed for this entry

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: