Penyeberangan Merak-Bakauheni dan Ketapang-Gilimanuk

28 November 2016

Ada cerita sekilas nih tentang Pelabuhan Merak dan Pelabuhan Ketapang. Kedua pelabuhan ini dilayani kapal feri (indonesiaferry.co.id).

Pelabuhan Merak yang berada di kota Cilegon, Banten, sudah ada sejak lama. Pelabuhan Merak tersebut menghubungkan Pulau Jawa dan Pulau Sumatera melalui Selat Sunda. Saat itu, pelabuhan Merak melayani lintas penyeberangan Merak-Srengsem/Panjang. Dalam perkembangannya, diresmikan pula lintas penyeberangan Merak-Bakauheni.

Nah, tahukah anda kapan lintas penyeberangan Merak-Bakauheni diresmikan? Lintas penyeberangan Merak-Bakauheni diresmikan oleh Menteri Perhubungan Roesmin Nurjadin pada Selasa, 26 Mei 1981 (Kompas edisi Rabu, 27 Mei 1981).

Dengan diresmikannya sarana perhubungan darat itu, hubungan antara Jawa dan Sumatera atau sebaliknya lewat Selat Sunda bisa lebih pendek dari rata-rata 4,5 jam menjadi 1,5 jam. (Saat ini, menurut informasi indonesiaferry, jadwal pelayanan setiap hari beroperasi 24 jam dengan waktu 2 jam).

Pelabuhan Merak merupakan pelabuhan di ujung barat Pulau Jawa. Bagaimana dengan pelabuhan di ujung timur Pulau Jawa? Itulah Pelabuhan Ketapang di kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Pelabuhan Ketapang itu menghubungkan Pulau Jawa dan Pulau Bali melalui Selat Bali.

Pada masa lalu, sejak Sabtu, 17 Juli 1982, KMP (Kapal Motor Penyeberangan) “Nusa II” tipe ro-ro (roll on-roll off) mulai dioperasikan. Berdasarkan laporan Kompas edisi Selasa, 20 Juli 1982, “Nusa II” bisa menempuh waktu perjalanan 20 menit dari sebelumnya 30-40 menit yang dilakukan LCM (Landing Craft Motor). (Saat ini, menurut informasi indonesiaferry, jadwal pelayanan setiap hari beroperasi 24 jam dengan waktu 45 menit).