Nostalgia Ujian Praktik Mengendarai Motor di Jalan Umum (1979)

7 Januari 2017

Apakah anda akan mengurus pembuatan SIM C baru? Sebagaimana dipahami bahwa SIM C untuk pengendara sepeda motor. Soal biaya, tidak ada perbedaan kok antara PP No. 60 Tahun 2016 dan PP No. 50 Tahun 2010 yang digantikannya. Namun, dalam PP terbaru itu, kini ada SIM C I dan SIM C II.

kompas-301179Dalam kesempatan kali ini, saya hanya ingin menceritakan bagaimana pembuatan SIM C (sepeda motor) pada masa lalu. Ini ujian praktik motor di jalan raya. Nostalgia, begitu… karena ini #CeritaKliping

Tulisan berikut ini merupakan isi berita Kompas edisi Jumat, 30 November 1979, halaman III, yang berjudul: “Tanpa Pengawalan”. Selamat menikmati….

“…Hampir sebulan terakhir ini, Satlantas Kodak Metro Jaya menggunakan cara baru dalam menguji calon pengemudi sepeda motor. Jika dulu dalam uji praktek lapangan selalu dituntun petugas, kini mereka dilepas tanpa pengawalan melalui jalan-jalan yang telah ditentukan.

Cara baru tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan mutu pengujian, sebab tanpa pengawalan penguji yang ditempatkan di tempat-tempat tertentu yang dilalui para peserta ujian untuk mengambil SIM C (sepeda motor) akan benar-benar dapat menilai apakah seseorang calon pengemudi “benar-benar terampil mempergunakan jalan umum”.

Untuk memudahkan pengontrolan terhadap para pengikut ujian Surat Izin Mengemudi ini, masing-masing diberi nomor punggung. Ujian yang dilakukan terhadap mereka termasuk cara menikung jalan, bagaimana berpindah dari jalur lambat ke jalur cepat dan mempertahankan kecepatan maksimum 30-40 km/jam.

Ujian praktek di jalan raya ini mempengaruhi hasil ujian teori dan praktek lapangan yang dilakukan di halaman Kodak Metro Jaya oleh setiap calon pengambil SIM. Ujian praktek lapangan sebelumnya misalnya bagaimana membentuk angka “8” dengan kecepatan tertentu tanda pengendara menyentuhkan kaki ke tanah serta memasuki garis lurus.

Dengan adanya cara baru pengujian di lapangan yang telah dipraktekkan hampir sebulan ini ternyata juga memperlancar para calon pengambil SIM itu sendiri. Kalau dulu sebelum memasuki ujian ke jalan raya calon pengemudi harus menunggu dulu sampai jumlahnya melebihi 50 orang, sekarang dengan 10 orang saja mereka sudah diperbolehkan jalan. Keuntungan lainnya tidak terlalu mengganggu pada kelancaran lalu lintas…”.

Bagaimana komentar anda? Kalau komentar saya: “Jika dulu para petugas menindak pelanggar lalu lintas ketika SIM belum diperoleh maka sekarang ketika SIM sudah diperoleh, para pengemudi bilang ‘aduh polisi menjebak saya di tempat tersembunyi’ he he he”. [Kenyataannya, banyak pengemudi yang merasa terlena karena jarang ada penindakan.]